Pages

Tuesday, 14 October 2014

RI Dituduh Memata-matai Gerakan Papua Barat di Australia

RI Dituduh Memata-matai Gerakan Papua Barat di Australia
Indonesia dituduh gunakan mahasiswanya di Australia untuk memata-matai gerakan Kemerdekaan Papua Barat. | (abc.net.au)
JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dituduh menggunakan mahasiswa yang studi di Australia untuk memata-matai aktivis Kemerdekaan Papua Barat yang ada di negeri Kanguru tersebut.

Tuduhan itu disampaikan aktivis Kemerdekaan Papua Barat yang berada di Australia. Menurut para aktivis itu, mahasiswa mahasiswa pascasarjana menyetor informasi kepada intelijen Indonesia.

Para aktivis pro-Republik Federal Papua Barat (FRWP) mengklaim memiliki bukti foto soal kegiatan mata-mata itu. FRWP membuka kantor di Melbourne, Australia, dan terus berupaya menuntut kemerdekaan dari Indonesia.

Salah satu bukti spionase Indonesia itu, menurut FRWP, adalah terganggunya perayaan “kemerdekaan” FRWP, karena seorang mahasiswa diam-diam merekam kegiatan mereka dengan smartphone.

Jacob Rumbiak, tokoh yang mengklaim “Menteri Luar Negeri" dari FRWP, menyatakan, salah satu pria ada di dalam kegiatan mereka untuk mengumpulkan informasi yang diberikan kepada pemerintah Indonesia.

”Dia menjelaskan bahwa dia studi PHD di Universitas Melbourne dan juga ia bekerja di Departemen Luar Negeri (Indonesia). Jadi dia bekerja di Pemerintah Indonesia,” kata Rumbiak, seperti diberitakan abc.net.au, Selasa (7/10/2014).

Menurut Rumbiak, pria itu akan melaporkan kegiatannya kepada pihak berwenang Indonesia. ”Dua juga datang dan mengambil foto dari kantor ini. Saya berpikir bahwa mereka mengambil foto dan dikirim ke pemerintah Indonesia melalui intelijen,” ujar Rumbiak.

Indonesia Membantah

Media Australia mengklaim telah menghubungi salah satu dari tiga orang Indonesia yang menghadiri pembukaan kantor FRWP untuk mengkonfirmasi kejadianyang sebenarnya  versi mereka. Namun, tidak ada tanggapan.

Sementara itu, Kedutaan Besar Indonesia di Australia, memabantah tuduhan itu. ”Pemerintah Indonesia tidak menggunakan mahasiswa yang belajar di Australia, atau di mana saja, untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,” bunyi pernyataan kedutaan Indonesia.

”Kehadiran mahasiswa Indonesia di acara-acara terbuka untuk publik, termasuk yang berhubungan dengan Papua, mungkin berhubungan dengan studi mereka atau untuk kepentingan pribadi,” lanjut pernyataan kedutaan Indonesia.


Sindo

Satu-satunya Batalyon yang Terima Panser Anoa


SUBANG-Dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke-69, Batalyon Infantri (Yonif) 312 Kala Hitam memperkenalkan bantuan alat utama sistem senjata (alustita) buatan PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) yakni kendaraan tempur Panser Anoa, Selasa (7/10).
Yonif 312 KH mengundang beberapa perusahaan dan diberi kesempatan untuk mencoba menumpangi kendaraan tempur keliling Markas Yonif 312 Kala Hitam. Mereka juga diperkenankan untuk mencoba senjata di lapangan tembak secara bergantian.
Danyonif 312 Kala Hitam Mayor Infantri Oki Andriyansah Adiwirya mengatakan, dalam perayaan HUT TNI ke-69 ini menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi Yonif 312 Kala Hitam. Sebab dengan adanya Panser Anoa, kedepan bisa lebih memaksimalkan perannya dalam pertahanan Negara.
Bahkan kata Oki, suatu kehormatan bagi Batalyon 312 Kala Hitam, karena merupakan satu-satunya batalyon infanteri se-Jawa Barat yang mendapatkan kendaran tempur jenis Panser Anoa seri 2.
“Bantuan dua jenis Panser Anoa ini dalam menjaga pertahanan negara membuat kami lebih percaya diri baik untuk TNI dan masyarakat Subang,” katanya.
Menurutnya, Panser Anoa buatan PT Pindad merupakan kendaraan mesin tempur yang lebih difungsikan untuk mengangkut prajurit. Namun alutsista jenis ini juga memiliki laras meriam dan mampu menangani kejadian secara cepat. Bantuan Alutsista juga seiring dengan adanya rencana reorganisasi status Batalyon Infanteri (Yonif) 312 menjadi Batalyon Mekanis. Yakni satuan tempur prajurit yang memiliki spesifikasi kemampuan perang jalan kaki juga untuk perang kota.
Bahkan dengan bantuan kendaraan tersebut, Yonif 312 dituntut menjadi lebih profesional dan bisa lebih tangguh dalam melaksanakan misi pertempuran jarak pendek.
“Sehingga dengan adanya dua kendaraan alat tempur ini, mobilitas ke titik sasaran akan lebih cepat, termasuk pengamanan tamu-tamu penting kelas VVIP bisa lebih baik. Namun, guna mempermudah dalam mengemudinya seluruh prajurit secara bertahap akan dibina hingga semuanya bisa menguasai alat tempur yang luar biasa ini," jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Subang Abdurakhman yang mewakili Bupati Subang mengaku bangga terhadap prajurit TNI yang tangguh dan disegani bangsa-bangsa lain. Apalagi saat ini alutista TNI semakin canggih dengan hadirnya dua Panser Anoa. Sehingga keberadaan Yonif 312 di Kabupaten Subang semakin dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah. Secara bersama-sama memajukan Kabupaten Subang.
“Untuk itu kami berharap pada HUT ke-69 ini TNI kedepan bisa lebih profesional dan maju lagi. Supaya tetap disegani bangsa-bangsa lain. Karena, kami akui keberadaan Yonif 312 di Kabupaten Subang, terbukti sangatlah berpengaruh dan sangat baik dalam mendukung program-program pemerintah,” terangnya.
Abdurkhman juga mengaku, atas nama pemerintahan sangat bahagia dan bangga. Jika Bataliyon Yonif 312 merupakan satu-satunya batlyon di Jawa Barat yang mendapat bantuan kendaraan tempur Panser Anoa.
“Untuk itu, kedepan kami berharap para perajurit Bataliyon 312 khususnya, SDM-nya lebih ditingkatkan lagi. Hal itu guna menyesuiakan dengan perkembangan alutsista yang terus mengalami perkembangan dalam dekade ini,” pungkasnya.(gal/man)
 
Pusdankepres 

Tank Leopard Buktikan Diri Tidak Merusak Jalanan

  


 Dalam satu kesempatan jumpa pers di Markas Kodam Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Jumat pekan lalu (3/10), Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa Tank Leopard milik AD akan memeriahkan defile alat tempur terbesar pada hari ini.

Dan memang, janji KSAD itu jadi kenyataan. Tank Leopard buatan Jerman baru saja melintas di hadapan Presiden SBY dan Wapres Boediono dan rombongan pejabat negara di Dermaga Ujung, Mako Armatim yang jadi lokasi puncak perayaan HUT ke-69 TNI bertema "Patriot Sejati, Profesional dan Dicintai Rakyat". Sebelumnya, tank-tank itu sudah dipajang di kawasan Mako Armatim untuk mengikuti Gladi Bersih pada Sabtu lalu.

Sebanyak 18 unit Main Battle Tank Leopard 24A, Main batle tank TNI AD yang terbaru melintas di atas aspal. Dilengkapi dengan senjata utama Canon kaliber 120 mm yang mampu menghancurkan sasaran dengan jarak 4-7 km, tank leopard yang memiliki berat seberat 56 ton dengan tekanan jejak 0,8 kg/cm ini mampu bergerak di jalan raya hingga kecepatan maksimum 70 km/jam dan 40 km/jam di medan off road, dan mampu mengarung hingga kedalaman 4 meter. Dua unit Tank Leopard lain melintas di hadapan presiden dengan diangkut dua unit transporter IVECO.

Bahkan, Jenderal Gatot Nurmantyo menjanjikan kepada masyarakat luas di Surabaya untuk bisa menaiki seluruh alat tempur TNI AD, termasuk Tank Leopard, sambil berkeliling Kota Pahlawan Surabaya esok hari.

"Karena pada tanggal 7 nanti lokasinya tidak bisa menampung seluruh masyarakat, jadi TNI mengundang seluruh masyarakat pada 8 Oktober jam 08.00 WIB, TNI akan adakan doa syukuran, makan bersama di lapangan Kodam Brawijaya, dan masyarakat akan diizinkan naik ke kendaraan yang didefilekan saat upacara tanggal 7," umbar KSAD.

"Semua bisa lihat, nanti itu tidak akan merusak aspal seperti yang dibilang orang selama ini," tegas KSAD saat itu.

Pembelian Tank Leopard oleh Kementerian Pertahanan sempat jadi kontroversi karena ditentang sebagian elite politik. Bahkan presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi), dalam debat capres beberapa bulan lalu, pernah menyindir kebijakan Kemenhan dan TNI yang membeli tank bekas militer Jerman itu.

Jokowi mengatakan Tank Leopard terlalu berat bagi kondisi jalan-jalan di Indonesia. Tank itu bisa merusak aspal dan jembatan karena tidak kuat menahan beban seberat 62 ton. Mungkin, dengan performa salah satu alutsista kebanggaan TNI AD itu dalam rangkaian perayaan di Surabaya, keraguan Jokowi dan banyak pihak bisa terjawab. [ald]

Mengenal Tank Leopard, Bintang Baru HUT TNI  

Mengenal Tank Leopard, Bintang Baru HUT TNI  
Main Battle Tank (MBT) Leopard. ANTARA/Prasetyo Utomo

Jakarta - Puncak perayaan hari ulang tahun ke-69 Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) di Surabaya menjadi ajang pameran senjata baru. Sejumlah perlengkapan gres milik TNI unjuk gigi, dari pesawat hingga kendaraan tempur lapis baja.

Salah satu yang mencuri perhatian publik adalah Main Battle Tank (MBT) Leopard. TNI Angkatan Darat kini memiliki 42 unit tank berat varian Leopard 2A4 yang dibeli dalam kondisi bekas dari Jerman pada Desember 2012. Leopard hadir sebagai bagian dari pengadaan 153 unit tank senilai US$ 280 juta.

Tank Leopard 2A4 memiliki berat 63 ton, panjang 9,97 meter, lebar 3,75 meter, dan tinggi 3 meter. Kendaraan beroda rantai ini dibekali mesin V-12 twin turbo diesel dengan kekuatan 1.400 daya kuda. Dengan tangki solar berisi 1.200 liter, Leopard bisa menempuh radius 550 kilometer dengan kecepatan maksimum 70 kilometer/jam.

Sesuai dengan namanya, Leopard juga dibekali dengan senjata yang sangar. Tank ini menggendong meriam smoothbore kaliber 120 milimeter buatan Rheinmetall. Meriam ini menjadikan Leopard sebagai tank terbesar yang pernah dimiliki Indonesia. Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat sebelumnya dibekali tank ringan AMX-13 dan Scorpion, dengan meriam kaliber 75-90 milimeter. .

Di negara asalnya, Leopard 2A4 menjadi senjata utama korps kavaleri. Sampai tahun 1994, Angkatan Darat Jerman mengoperasikan lebih dari dua ribu unit Leopard 2A4. Pada 2000, pemerintah Jerman menganggap tank Leopard 2A4 yang mereka operasikan terlalu banyak, terlebih setelah berakhirnya era perang dingin. Jerman pun melego sebagian besar Leopard kepada anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sejumlah negara sahabat, seperti Kanada, Austria, Chile, Yunani, Singapura, Turki, dan Indonesia.


Rmol || Tempo