Pages

Monday, 8 June 2015

Potensi Technologi Industri Dalam Negeri Harus Dimaksimalkan

Luhur Binsar Pandjaitan, Kepala Staf Khusus Kepresidenan Republik Indonesia, mengunjungi PT Pindad (Persero) pada Kamis, 4 Juni 2015. Rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim beserta jajaran Direksi dan pimpinan PT Pindad (Persero) di Auditorium Gedung Direktorat. Turut mendampingi rombongan Kepala Staf Khusus Kepresidenan RI adalah Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Gubernur Jawa Barat, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, dan para Direktur Utama Industri Strategis seperti PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), dan PT LEN Industri (Persero).

Pindad sebagai industri pertahanan nasional, tidak ingin sekedar dipandang sebagai produsen produk pertahanan dan keamanan semata, tapi Pindad juga membawa beban kebanggaan rakyat Indonesia. “Janganlah memandang Pindad hanya sebagai perusahaan yang memproduksi produk pertahanan dan keamanan. Pindad ingin menjadi industri pertahanan yang mempunyai tanggung jawab sebagai kebanggaan masyarakat Indonesia,” ujar Silmy Karim, dalam kata sambutannya.

Ia juga memberikan update seputar kehandalan produk pertahanan dan keamanan Pindad yang sudah terbukti dan beberapa produk baru Pindad yang sedang diteliti dan dikembangkan perusahaan. “Produk senjata Pindad berhasil membawa tim petembak TNI AD memborong lebih dari 50% medali dan menjadi juara umum di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015 dengan mendominasi di nomor senapan dan pistol. Beberapa produk lain seperti Munisi Kaliber Besar 105mm sedang kami push untuk mendapatkan pasar dan beberapa produk baru seperti Panser Anoa 6x6 Amphibious dan senapan SSX 7,62mm akan kami sertifikasi tahun ini untuk launching di tahun depan,” lanjut Silmy.  

Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa industri strategis, sebagaimana industri dalam negeri lainnya harus terus dikedepankan di Indonesia. “Industri strategis dalam negeri harus terus dikedepankan karena ini investasi tersendiri. Kalau industri strategis bisa dimanfaatkan secara maksimal, akan bisa menciptakan lapangan kerja, memberikan nilai tambah, dan menghasilkan devisa untuk negara,” ujar Luhut. 

Ia juga menyinggung sinergi yang terbentuk antara pengguna dan industri dalam menghasilkan produk pertahanan dan keamanan yang efektif dan efisien. “Rencana strategis jangka panjang dari tiga matra harus bisa menciptakan blue print yang dapat terus di-updgrade sejalan ancaman yang datang. Pindad sudah bisa memberi bukti lewat produk-produk pertahanan dan keamanan yang berkualitas sehingga kepercayaan pengguna akan produk dalam negeri akan semakin besar, namun kapasitas perusahaan pun harus terus berkembang,” tambahnya. 

Rombongan melanjutkan rangkaian acara dengan meninjau fasilitas produksi pengelasan dan perakitan Divisi Kendaraan Khusus serta menyaksikan defile produk-produk kendaraan khusus PT Pindad (Persero) seperti Panser Anoa dengan berbagai varian, Komodo dengan berbagai varian, hingga tank AMX-13. Acara ditutup dengan mengunjungi fasilitas produksi senjata laras panjang di Divisi Senjata. (Anggia)(PT Pindad)

Sail to Milan. Mendekati Milan KRI BJM-592 Mempercantik Diri

SAIL TO MILAN. MENDEKATI MILAN KRI BJM-592 BERSOLEK

LAUT TYRRHENIAN, Memasuki kota Milan, Italia, dalam pelayaran Kartika Jaya Krida 2015 KRI Banjarmasin (BJM) 592 kian bersolek dengan melakukan berbagai kegiatan pembersihan umum pada bagian dalam dan luar kapal. Kegiatan yang dipimpin Palaksa KRI BJM-592 Mayor Laut (P) Staley Lekahena merupakan bagian dari persiapan mensukseskan World Expo Milano 2015 Italia, Kamis (04/6).

Pada kegiatan tersebut, seluruh awak kapal baik itu Anak Buah Kapal (ABK), Perwira, Taruna dan pendukung secara bersama melakukan berbagai aktifitas kebersihan. Dari mulai membersihkan kamar tidur beserta perlengkapannya juga mencuci karpet, membersihkan toilet dan mengepel Hanggar hingga Geladak Helikopter.

Kesibukan lainnya terlihat di luar bagian kapal, dimana sejumlah awak diterjunkan untuk melakukan pengecetan kedua sisi lambung dengan menaiki Sekoci LCVP David. Selain itu aktifitas serupa juga terlihat dari mulai Geladak Isyarat, Ruang Anjungan hingga ke Buritan, sigap dilakukan.

Dijadwalkan, KRI BJM-592 tiba di Dermaga Veccio Ponente, Genoa Italia, hari ini, Sabtu, 6 Juni. Sejumlah agenda telah tersusun saat kapal berlabuh, diantaranya kunjungan Kepala Staf (Kasal) Laksamana Ade Supandi, Atase Pertahanan RI untuk Roma Kolonel Teddy Surachmat, Atase Pertahanan RI untuk Beograd Berman Sitanggang ke atas kapal, Kunjungan ke Akademi Angkatan Laut Italia di Livorno, Kunjungan Kehormatan (Courtesy Visit) ke perwakilan sipil dan militer Italia.

Agenda penting bagi para taruna AAL adalah Kirab Genderang Seruling Gita Jala Taruna dan Pementasan budaya di Paviliun Indonesia pada World Expo 2015 di Milan, Italia. JMOL

RI Perkuat Perbatasan RI-Malaysia di Wilayah Kaltim dan Kaltara

Sebatik, Perbatasan RI-Malaysia yang berada di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Mahakam Hulu-Kaltim, Malinau dan Nunukan – Kaltara) panjangnya mencapai sekitar 1038 Km. Pemerintah pusat terus memberikan perhatian dengan menambah pos perbatasan dan memoderinisasi patok perbatasan serta pengunaan Drone guna meningkatkan pengamanan yang akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat sekitar perbatasan.

Menteri Pertahanan,Ryamizard Ryacudu Kamis, (6/5) saat berkunjung ke daerah perbatasan di Pulau Sebatik, mengatakan membangun serambi perbatasan adalah salah satu upaya memperkuat penjagaan akan kedaulatan bangsa di gerbang negara, merupakan sebuah kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Dalam rangkaian kunjungannya ke perbatasan, Menhan meletakan batu pertama pembangunan Pos Lintas Perbatasan RI – Malaysia di wilayah Kecamatan Sebatik, Kabupaten nunukan, Kalimantan Utara. Rencananya pembangunan pos Pamtas tersebut berjumlah 50 pos.

Sementara ini jumlah pos batas yang sudah terbangun sampai dengan pemisahan Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/TPR Thn. 2010 berjumlah 27 pos. pos pamtas s.d tahun 2013 berjumlah 33 pos.

Pembangunan pos baru yang dilaksanakan tahun 2014 terdapat 7 pos yang ada didaerah Kotis Malinau, Tjg, Karya, Bahsiuk, Mepun, Hulu Iwan, Kahat dan Patok U 444. Sedangkan pada tahun 2015 pos pamtas akan ditambah 10 pos yang ada didaerah Kaltim seperti, Long Kemuat, Iwan Hilir, Long Bena, Sungai Ikang, Sungai Sangae, Danum Bayong, Lasantuyan, Sungai Cini, Sungai Merutai dan Persinggahan, Serta pelaksanaan renovasi 6 pos perbatasan.

Saat itu Menhan juga menyampaikan rencana pembangunan jalan yang dimulai dari Kalimantan Barat dan dilanjutkan sampai Kalimantan Timur. Hal ini bertujuan untuk memudahkan untuk sarana patroli perbatasan prajurit TNI serta diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perbatasan.

Disamping penambahan pos dan pembangunan jalan, pemerintah Indonesia juga segera memoderenisasi patok batas negara di kawasan perbatasan. Teknologi super canggih berupa pemasangan chip detector pada patok batas ini sebagai cara memonitor garis batas wilayah yang berdekatan dengan negara tetangga. "Patok batas nanti dipasang chip. Maksudnya, jangan sampai kita ribut bertahun-tahun (dengan negara tetangga) soal patok," ujar Ryamizard.

Pulau Sebatik merupakan area perbatasan Indonesia dan Malaysia. Menilik secara administratif, Sebatik dikuasai Indonesia dan Malaysia yang dibatasi garis lurus sebagai batas antarnegara. Bagian selatan Sebatik milik Indonesia, bagian utara berada dalam naungan Malaysia.

Patok perbatasan berbekal chip bertujuan mengantisipasi pelanggaran dilakukan oleh negara tetangga yang mengancam kedaulatan NKRI. Fungsi alat tersebut juga mengontrol setiap upaya pergeseran patok oleh negara tetangga bisa langsung terdeteksi melalui pengiriman sinyal berbentuk data kepada kontrol operator. "Kalau patok digeser sedikit saja langsung ketahuan," kata Ryamizard. Wilayah yang sudah terpasang chip detector ialah Kalimantan Barat terdiri sebanyak 10 unit. Area Kaltara dan daerah lainnya segera menyusul.
Selain didukung teknologi chip detector, kedepannya pengawasan perbatasan juga didukung akan didukung dengan pesawat tanpa awak atau drone. Namun menurut Menhan penggunaan Drone harus dilengkapi dengan pos untuk mengoperasikan Drone terlebih dahulu. Menhan mengatakan sudah ada 10 Drone yang ada sudah dioperasikan dari pangkalan Angkatan Udara yang berada di Kalimantan Barat.

“posnya kan belum dilihat semuanya, jadi nanti drone bisa ada disini, bisa dikendalikan disini untuk mengoperasikan Drone disini harus ada ruang data. Dikendalikan melihat layar disini, untuk melihat apa yang dilihat Drone itu sendiri, itu pasti ketahuan,” Ujar Menhan. (DMC)